Home Investasi Saham Kondisi Krisis, Investasi Saham Jadi Pilihan ?

Kondisi Krisis, Investasi Saham Jadi Pilihan ?

0
88

Investasi saham semakin digemari dikalangan millennial. Hal ini sesuai dengan peningkatan investor saham dalam beberapa tahun terakhir.
Saham sendiri dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan. Memiliki saham sebuah perusahaan berarti memiliki perusahaan tersebut.

Ada beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh investor saham yakni:

1.Memiliki klaim atas pendapatan perusahaan;
2.Memiliki klaim atas aset perusahaan, Berhak hadir dan;
3.Memberikan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, saham memiliki beberapa komponen utama yakni:

1.Penerbit (Issuer), Perusahaan yang menerbitkan saham;
2.Dividen (Dividend), Bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham;
3.Harga (Price), Harga transaksi saham terakhir yang dilaporkan melalui Bursa Efek Indonesia.
Mengenal

Jenis-Jenis Saham

Ada beberapa jenis saham yang beredar di masyarakat, beberapa di antaranya yakni:
1.Saham Biasa (Common stock), Mewakili kepemilikan di suatu perusahaan;
2.Saham Preferen (Prefered Stock), Memiliki hak tambahan dibandingkan saham biasa, biasa berupa hak untuk memperoleh dividen preferen meskipun perusahaan tidak dalam kondisi bisa membagikan dividen;
3.Saham Treasury (Treasury Stock), Merupakan saham biasa yang dibeli kembali dan disimpan oleh perusahaan.

Keuntungan dan Risiko Investasi Saham

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham:

1.Dividen, ialah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai atau dividen saham.
2.Capital Gain, merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder misalnya investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 4.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 4.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang djualnya.

Keuntungan dalam investasi saham disebut dengan Yield atau Return, terdiri dari :

▪ Dividend Yield / Dividend Return: Keuntungan yang diperoleh dari penerimaan dividen
▪ Capital Gain Yield / Capital Gain Return: Keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga
▪ Total Return: Keuntungan yang diperoleh dari dividen dan kenaikan harga.

Sebagai instrumen investasi, saham juga memiliki risiko yakni:

1.Capital Loss, merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi di mana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.200,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.200,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 800,- per saham.Pergerakan harga saham juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar, seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.

2.Risiko Likuidasi, risiko ketika suatu perusahaan dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan.

3.Risiko Likuiditas, Risiko likuiditas pada saham terjadi apabila transaksi suatu saham sangat jarang sehingga sulit diperjualbelikan. Untuk melihat apakah suatu saham masuk kategori likuid atau tidak, maka investor dapat menggunakan beberapa acuan indeks yang tersedia seperti LQ-45, yakni kumpulan 45 saham yang transaksinya paling likuid di bursa saham.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.