Punya pertanyaan? Hubungi: admin@hendi.id

W. Buffet Terus Menjual Saham dan menambah Cash

Annual Meeting Berkshire Hathaway (BRK) Tahun 2020

Hendi.id Bulan Mei ini adalah bulan yang ditunggu oleh kebanyakan investor diseluruh dunia, termasuk investor diIndonesia, yang paling menarik dan menyita perhatian investor di dunia pada bulan Mei ini adalah Pada Tanggal 2 Mei 2020, Opa Warren sebutan dari Warren Buffet menggelar Annual Meeting untuk perusahaan Investasinya Berkshire Hathaway (BRK), dimana pada saat bersaman BRK juga mengeluarkan Laporan keuangan untuk periode Q1 2020 dimana hasilnya cukup menjadi perbincangan para investor diseluruh dunia, didalam Laporannya Q1 2020 Berkshire Hathaway, mencatat kerugian bersih $ 49.7 Milyar (Rp. 745.5 Triliun Rupiah), dan ini merupakan Kerugian Berkshire Hathaway terbesar sepanjang sejarah perusahaan ini. Kerugian ini diperoleh dari investasi Saham di bursa Amerika oleh Berkshire Hathaway Tahun 2019 dengan dana investasi mencapai $248 Milyar (Rp. 3720 Triliun Rupiah) menjadi $137 Milyar (Rp. 2055 Triliun Rupiah) minus -45 %, Sehingga Kerugian Opa Warren Rp.1665 Triliun Jumlah yang Sangat Banyak sekali. Jumlah ini hampir sepertiga dari APBN Indonesia Tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 2233 Triliun. Jumlah yang Amazing sekali. Yang berbeda dengan Sikap atau perilaku Opa Warren Tahun ini adalah beliau sama sekali Tidak belanja saham melainkan Jualan Saham pada Perusahaan Sektor Penerbangan, ada apa dengan Opa Warren, apakah kali ini Opa sudah mulai Fear? Karena opa sangat menganut paham investor .

“It is wise to be Fearful when others are greedy and greedy when others are fearful.”
Warren Buffet

Dari Meeting yang berlangsung selama 5 jam tersebut ada 3 hal yang dapat disimpulkan yaitu :

  1. Berubahnya Industri Penerbangan
  2. Berubahnya Nilai Intrinsik Berkshire Hathaway
  3. Cash Berkshire Hathaway yang semakin besar.

1. Berubahnya Industri Penerbangan

Sektor Penerbangan adalah sector yang penulis anggap memiliki resiko yang cukup besar baik dari Fluktuasi Harga minyak, berkurangnya jumlah penumpang,persaingan antar maskapai, bahkan turunnya kondisi ekonimi disuatu negara yang menyebabkan penurunan permintaan layanan terhadap penerbangan itu sendiri. Ketika Opa Warren memutuskan untuk melakukan investasi pada saham saham penerbangan seperti American Airlines, Delta Airlines, dan Southwest Airlines pada tahun 2016 lalu, maka Opa Warren pasti sudah mempertimbangkan segala resiko invetasi yang diambilnya. Namun ketika American Airlines menerbitkan Obligasi senilai $829 juta pada tahun 2015, maka pada prospektusnya di bagian risks relating to the Company, sama sekali tidak disebut risiko terjadinya travel ban, alias larangan dari pemerintah kepada masyarakat untuk melakukan perjalanan termasuk menggunakan pesawat terbang. Karena memang, sepanjang sejarah industri penerbangan, tidak pernah terjadi travel ban secara total bagi seluruh penduduk, entah itu di AS ataupun di negara-negara lainnya seluruh dunia.

Akan Tetapi ketika muncul Pandemi Corona virus atau covid-19 ini maka Hampir semua Negara tidak hanya Amerika Serikat dan diseluruh dunia menerapkan kebijakan Larangan Perjalanan ini. Sehingga efek terhadap pendapatan dari airline yaitu dalam usaha pada layanan penerbangan bukan hanya menurun namun HILANG sama sekali, yang artinya Pesawat tidak menerima penumpang namun hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang baik untuk keperluan logistic maupun keperluan lainnya. Bagi Opa Warren menanggapi kodisi saat ini merupakan suatu hal yang baru, yang pada skenario risiko terburuk sekalipun tidak pernah diprediksi akan terjadi, sehingga Opa sekarang tidak bisa lagi memperkirakan, akan seperti apa masa depan bagi industri penerbangan di AS. Opa Warren juga menambahkan, ‘Sudah sejak tujuh minggu terakhir saya belum memotong rambut, dan pada annual meeting ini adalah kali pertama saya mengenakan jas dan dasi. Tujuh minggu adalah waktu yang sangat lama bagi sebuah perusahaan untuk berhenti beroperasi sama sekali, tapi bahkan kita belum tahu akan butuh waktu berapa lama lagi agar perusahaan penerbangan bisa kembali beroperasi dengan normal’.

Kondisi Sulit seperti yang terjadi saat ini tidak hanya menghantam industry sector Penerbangan saja, akan tetapi juga menghantam sector lain seperti Sektor Energi Minyak, dimana ketika Opa ditanyai perihal investasinya di Occidental Petroleum (OXY), yang ia beli sahamnya setahun lalu, ia menyampaikan, ‘Kinerja OXY akan dipengaruhi oleh naik turunnya harga minyak, dimana hal itu tidak diprediksi, tapi itu normal. Tapi ketika harga minyak sampai minus $37 per barel, beberapa waktu lalu, maka itu sudah off the chart, alias sudah jauh melewati batas-batas fluktuasi yang wajar bagi harga sebuah komoditas.’ Terkait kinerja dari unit-unit usaha yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Berkshire Hathaway BRK, maka Opa Waren juga mengatakan, ‘Kinerja mereka akan turun signifikan hingga waktu yang kami belum tahu sampai kapan’. Memang Kondisi Naik turun harga komoditas tidak dapat ada yang dapat memprediksinya.

Kita pasti sudah tidak meragukan Opa Warren adalah orang yang sangat berpengalaman sekali menghadapi banyak krisis, kurang lebih Opa sudah berkecimpung di dunia investasi sejak tahun 1962 atau 58 tahun. Hal ini termasuk krisis yang yang terjadi pada tahun 1929 – 1933 yang merupakan kisah krisis great depression dari cerita ayah Warren yang pada saat itu merupakan Profesional Broker saham. Namun pada krisis tahun 2020 ini sangat lah berbeda, Untuk pertama kalinya Opa Warren menyebut bahwa, ‘Kemungkinannya sangat-sangat lebar terkait kinerja ekonomi AS di masa yang akan datang’, Skenario apapun dapat terjadi termasuk scenario terburuk sekalipun.

2. Berubahnya Nilai Intrinsik Berkshire Hathaway

Bersambung…

Hendi.IDhttps://hendi.id
Hendi.ID adalah blog pribadi Hendi Dwi Permana yang dibuat untuk menulis catatan & artikel seputar dunia Investasi Saham, blogging, lifestyle dan lainnya.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tips Menabung Sederhana Yang Bisa Anda Coba

Semua kalangan jelas memiliki keinginan agar bisa menabung uang yang dimiliki saat ini. Entah itu dengan tujuan untuk mempersiapkan dana masa depan,...

Duh Pusing, Bagaimana Cara Mengelola Finansial Keluarga yang Ideal Selama Pandemi?

Di tengah pandemi virus corona (COVID-19) seperti saat ini, banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya bagaimana cara mengelola finansial keluarga yang...

Jangan Bingung! Inilah Investasi di Saat Corona yang Paling Profitable

Jangan Bingung! Pandemi virus corona (COVID-19) menyebabkan kondisi perekonomian di seluruh dunia menjadi tidak stabil. Tak terkecuali, bidang investasi...

Latest Posts

Tips Menabung Sederhana Yang Bisa Anda Coba

Semua kalangan jelas memiliki keinginan agar bisa menabung uang yang dimiliki saat ini. Entah itu dengan tujuan untuk mempersiapkan dana masa depan,...

New Normal Zoom Meeting, Meeting Online selama WFH

Fenomena video conference zoom meeting sedang booming, dikantor penulis sejak 2 bulan yang lalu tepatnya dibulan maret 2020, Telah menggunakan aplikasi zoom...

Hilangkan Jenuh #DiRumahAja, Tonton Drama Korea yang Bikin Ngakak dan Menghibur Ini

Pandemi virus corona (COVID-19) membuat banyak orang khawatir akan penularannya. Untuk itu, pemerintah menghimbau agar kita tetap #DiRumahAja, selama beberapa waktu hingga...

Duh Pusing, Bagaimana Cara Mengelola Finansial Keluarga yang Ideal Selama Pandemi?

Di tengah pandemi virus corona (COVID-19) seperti saat ini, banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya bagaimana cara mengelola finansial keluarga yang...

Jangan Bingung! Inilah Investasi di Saat Corona yang Paling Profitable

Jangan Bingung! Pandemi virus corona (COVID-19) menyebabkan kondisi perekonomian di seluruh dunia menjadi tidak stabil. Tak terkecuali, bidang investasi...